2

Siklus Air,Air dibumi Tidak Bertambah dan Berkurang Kenapa terjadi Banjir

Rabu, 16 Januari 2013
Share this Article on :


sory mas bro gw baru update di karenakan sibuk pemantapan di sekolah tambah koneksi lemot .. oo iya nih gw update tentang air ,banjir karna jakarta sekarang banjir hahaha basa basinya gk lucu ya?? ya udh langsung aja nih di bawah siimakkkk


Banjir merupakan peristiwa terbenamnya daratan (yang biasanya kering) karena volume air yang meningkat di daratan, pada logikanya benar volume air dimungka bumi sebenarnya tetap tak bertambah dan tak berkurang, tetapi dalam berbagai bentuk, padat(es), cair dan uap tetapi mengapa bisa terjadi banjir ?

Air yang ada dibumi ini memiliki siklus yang mana terus berputar yaitu yang meliputi gerakan mulai dari laut ke atmosfer, dari atmosfer ke tanah, dan kembali ke laut . Air naik ke udara dari permukaan laut atau dari daratan melalui evaporasi. Air di atmosfer dalam bentuk uap air atau awan bergerak dalam massa yang besar di atas benua dan dipanaskan oleh radiasi tanah. Panas membuat uap air lebih naik lagi sehingga cukup tinggi atau dingin untuk terjadi kondensasi. Uap air berubah jadi embun dan seterusnya jadi hujan atau salju. Curahan turun ke bawah, ke daratan atau langsung ke laut. Air yang tiba di daratan kemudian mengalir di atas permukaan sebagai sungai, terus kembali ke laut. Dalam perjalanannya dari atmosfer ke luar, air mengalami banyak interupsi. Sebagian dari air hujan yang turun dari awan menguap sebelum tiba di permukaan bumi, sebagian lagi jatuh di atas daun tumbuh-tumbuhan dan menguap dari permukaan daun-daun. Air yang tiba di tanah dapat mengalir terus ke laut, namun ada juga yang meresap dulu ke dalam tanah dan sampai ke lapisan batuan sebagai air tanah. Sebagian dari air tanah dihisap oleh tumbuh-tumbuhan melalui daun-daunan lalu menguapkan airnya ke udara (transpiration). Air yang mengalir di atas permukaan menuju sungai kemungkinan tertahan di kolam, selokan, dan sebagainya (surface detention), ada juga yang sementara tersimpan di danau, tetapi kemudian menguap atau sebaliknya, sebagian air mengalir di atas permukaan tanah melalui parit, sungai, hingga menuju ke laut ( surface run off ), sebagian lagi infiltrasi ke dasar danau-danau dan bergabung di dalam tanah sebagai air tanah yang pada akhirnya ke luar sebagai mata air.

Sering diantara kita berasumsi bahwa banjir yang kerap kali datang adalah kesalahan alam. Alam diyakini memiliki siklus tertentu yang menghasilkan curah hujan sangat tinggi sehingga menjadi penyebab utama banjir. Ditambah lagi terjadinya pemanasan global yang mengakibatkan es kutub mencair, sehingga tinggi permukaan air laut naik berakibat pada saat air pasang menggenangi kawasan permukiman di tepian pantai.

Penyebab terjadinya banjir adalah air terperangkap di daratan akibat terhambatnya proses run off menuju bagian hilir. Idealnya, besaran run off menuju hilir dengan jumlah hujan yang turun ke daratan berada dalam keadaan seimbang. Permasalahan terjadi ketika air hujan jatuh ke bumi namun tidak banyak diserap tanah karena proses infiltration terhambat akibat minimnya daerah resapan air dan tata ruang kota yang kurang baik. Kondisi ini menyebabkan penambahan volume air yang bergerak di atas permukaan tanah mengikuti aliran sungai menuju ke hilir. Apabila kondisi saluran air yang membawa air permukaan menuju ke hilir tidak cukup menampung volume air, maka air akan mencari jalannya sendiri. Air akan melewati bahkan menggenangi daerah-daerah yang secara topografi rendah.

Selain itu, kondisi siklus air dapat mengalami perubahan karena terpengaruh oleh peningkatan temperatur bumi secara global. Pemanasan global akan menimbulkan perubahan iklim yang menyebabkan terjadinya peningkatan intensitas curah hujan yang diprediksi mencapai 2%-3% per tahun di Indonesia. Musim penghujan diperkirakan berlangsung lebih singkat (jumlah hari musim hujan tahunan berkurang) dengan intensitas yang tinggi sehingga meningkatkan risiko banjir dan longsor. Bersamaan dengan itu pemanasan global membuat es di kutub mencair, mengakibatkan semakin tingginya permukaan air laut dan semakin banyak daratan yang memiliki topografi lebih rendah di bawah permukaan air laut. Singkatnya ancaman pemanasan global membuat perubahan siklus air yang menjadikan peluang kejadian bencana banjir di Indonesia yang semakin sering, serta dengan kemungkinan skala wilayah yang semakin luas, selain itu seharusnya siklus air itu terus menerus terjadi dan air itu kembali kelaut, tapi karena tata kota yang kurang baik dan telah terjadi perusakan di darat air sulit untuk kembali lagi ke laut sehingga air meluap didaratan


Artikel Terkait:

2 komentar:

Rahmat Hidayat mengatakan...

kujnungn blsn sob,.. mksih infox bru tau sy itu teori judulnya,.. hehehe

@Haztak mengatakan...

hehe oke mas bro

Poskan Komentar

Berkomentarlah Dengan Sopan ...Tombol G+1 nya di klik yah ada di dekat judul paling atas Makasih